Sabtu, 14 April 2012

BERBAGAI MACAM SUKU DI TANAH ABANG

Indonesia versi kecil, mungkin itu sebutan yang cocok untuk kawasan tanah abang. Ya, karena di kawasan yang terkenal dengan pusat grosir pakaian terbesar se-asia tenggara itu tinggal berbagai macam suku dalam satu daerah. Ada banyak suku yang bisa di temukan di daerah tersebut diantaranya suku padang, jawa, sunda, ambon dan masih banyak lagi. Ternyata di daerah tanah abang bukan hanya terdapat berbagai macam suku dari Indonesia, di sana juga banyak di temukan warga dan suku asing yang berasal dari luar negeri. Dan ras atau suku yang paling mudah di jumpai disana adalah suku padang dan cina tiong hoa.

          Alasan yang paling mungkin mendorong suku luar jawa untuk datang dan menetap juga usaha di tanah abang karena tempat yang memang sangat menjanjikan, mengingat letak tanah abang adalah di ibu kota yang terkenal akan keramaian dan banyaknya peluang usaha yang ada.

          Menurut bapak saipul (43 thn), seorang warga yang tinggal di Jl Kebon Pala 32 Tanah Abang Jakarta pusat yang berasal dari daerah Surabaya jawa timur. Beliau sudah tinggal dan mempunyai warung kecil di dekat pasar tanah abang sudah sekitar 15 tahunan lebih. Alasan beliau memilih merantau dari kampung halamannya Surabaya ke tanah abang ini karena menurut beliau kehidupan di ibu kota lebih mudah untuk mencari kerja dan lebih luas peluangnya menarik keuntungan dengan membuka warung di sekitar kawasan tanah abang yang memang setiap harinya selalu di banjiri oleh ribuan orang yang berjualan maupun ingin berbelanja di tempat ini. Pak saipul memberitahu bahwa omset atau pendapatannya dari usaha warungnya ini cukup menguntungkan. Beliau menuturkan “Alhamdlillah dari saha saya ini, saya sudah bisa membangn rumah sendiri disini dan anak saya bisa kuliah saat ini” begitulah penuturan dari bapak saipul.

Jumat, 23 Maret 2012

WARISAN KEMACETAN TANAH ABANG!!


            TANAH ABANG, ya siapa yang tidak mengenal nama daerah tersebut. Tanah abang adalah pusat grosir tekstil terbesar se-asia tenggara. Pasar yang berlokasi dekat dengan jalan KH Mas Mansyur ini sudah sangat akrab sekali di telinga kita sebagai pasar yang menjual barang dagangannya dengan harga yang lebih murah di bandingkan dengan pasar lainnya.
            Di pasar yang terkenal sebagai pusat tekstil ini ternyata banyak sekali pedagang-pedagang yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Yang paling mencolok dan mungkin mayoritas pedagang berasal dari daerah padang, Sumatra barat dan tasikmalaya, jawa barat. Ternyata selain pedagang pakaian atau tekstil disana juga terdapat warung-warung kecil yang menyediakan berbagai makanan atau masakan juga minuman yang tersebar di pinggir-pinggir jalan menuju pasar dan di sekitar pasar. Yang saya lihat pedagang tersebut memang cukup mengganggu lalu lintas jalan yang sudah pasti padat oleh kendaraan yang melintasi kawasan tersebut. Tanah abang juga terkenal sebagai pusat kemacetan di ibu kota selain karena pedagang kaki lima, juga yang turut ambil dalam sebab kemacetan di kawasan tersebut adalah parkir liar. Ya bagi mereka yang pernah mengunjungi kawasan pasar tanah abang pasti sudah mengetahui bagaimana sembrautnya jalan disana yang disebabkan oleh oknum-oknum yang membuat parkiran motor liar di trotoar dan pinggir jalan.
            Parkiran liar tersebut tidak sepenuhnya merugikan, karena ada keuntungannya yaitu bisa jadi solusi untuk pengunjung yang membawa kendaraan, karena di kawasan tersebut parkiran resmi sudah tidak dapat menampung semua kendaraan yang di bawa para pengunjung karena sakin membeludaknya pengunjung pasar tanah abang. Kemacetan di kawasan tersebut sudah mulai terlihat sejak pukul 5 pagi hinggal pukul 10 malam, begitu info yang saya peroleh dari salah satu tukang parkir di kawasan tersebut. Kemacetan memang sudah menjadi hal yang wajar di lihat oleh para warga yang bermukim di sekitar kawasan tanah abang tersebut.


            Kemacetan di tanah abang bukan hanya di sebabkan oleh pedagang kaki lima dan parkiran liat tetapi juga yang berperan besar atas kemacetan tersebut adalah ribuan orang yang mengujungi pasar tanah abang setiap harinya. Ya, karena padatnya pengungjung dan trotoar di pakai untuk pedagang kaki lima dan parkiran liar, memaksa pengunjung yang bejalan kaki menuju ke pasar menggunakan bahu jalan raya untuk jalan mereka. Hal tersebut lah yang menyebabkan semakin parahnya kemacetan yang terjadi, juga sebenarnya sangat berbahaya untuk para pejalan kaki tersebut karena ramainya kendaraan yang melintas kawasan tersebut.


                Solusi terbaik yang bisa di lakukan adalah mulai dari diri kita sendiri sebagai pengunjung, sebaiknya menghindari membawa kendaran pribadi jika berkunjung ke kawasan tersebut, agar tidak semakin menambah banyak parkiran liar. Dan yang sudah barang tentu harus di lakukan adalah penggusuran pedagang kaki lima dan parkir liar tetapi dengan membangun sarana parkir yang lebih luas dan juga menyediakan lahan untuk pedagang kaki lima, agar tidak terlihat lagi antrian panjang kendaraan di sekitar jalan kawasan tanah abang.

            Jakarta memang tidak bisa di pisahkan  dengan kata macet, bukan hanya tanah abang tapi masih terdapat ratusan titik rawan kemacetan di ibu kota. Biarkan tanah abang jadi warisan budaya Indonesia beserta kontropersi dan masalah kehidupan di dalamnya. Tanah abang akan tetap jadi tempat yang banyak di kunjungi masyarakat Indonesia karena daya tariknya tersendiri. Jaga dan wariskan budaya itu untuk generasi berikutnya.

Senin, 30 Januari 2012

INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT



PENDAHULUAN
Pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang artinya mereka tidak dapat hidup sendiri dan membutuhkan batuan dari manusia lain. Manusia sendiri termasuk individu yaitu bis disebut manusia itu sendiri, yang tidak bisa lg dibagi menjadi sebuah kestuan. Manusia sebagai makhluk sosial pasti memiliki kelompok-kelompok social, seperti keluarga dan lingkungan masyarakat, dalam hal untuk memenuhi kebutuhan hidupnya manusia mempunyai system kemasyarakatan atau sistem sosial.

PERTUMBUHAN INDIVIDU
           Manusia termasuk makhluk hidup sudah pasti melewati masa pertumbuhan dan perkembngan lahir dan batin, Pertumbuhn juga bisa disebut sebagai proses perkembangan manusia menjadi dewasa.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN :
Faktor yang sangat berpengaruh terhadap pertumbuan setiap individu adalah faktor lingkungan dan dasar yang dibawa sejak individu itu lahir.

FUNGSI KELUARGA DALAM KEHIDUPAN INDIVIDU
            Keluarga adalah kesatuan atau kelompk yang di miliki oleh individu dalam suatu lingkungan masyarakat. Dalam kelompok inilah kepribadian seorang individu terbentuk. Keluarga merupakan kumpulan orang-orang terdekat dari si individu tersebut. Ada berbagai macam fungsi keluarga, diantaranya adalah fungsi biologis, fungsi pemeliharaan, fungsi ekonomi, fungsi keagamaan, dan fungsi sosial.







MASYARAKAT DALAM KEHIDUPAN INDIVIDU
            Masyarakat ikut andil dalam perkembangan suatu individu karena idividu termasuk bagian dari masyarakat. Masyarakat adalah sekumpulan atau kelompok sosial yang berkumpul dalam satu lingkungan. Masyarakat dalam lingkungan hidup individu dapat mempengaruhi perkembangan individu karena seringnya bergaul, melihat hal yang biasa di lakukan dalam lingkungan masyarakatnya tersebut.

DUA GOLONGAN MASYARAKAT
Dalam perkembangan dan pertumbuhannya masyarakat dapata digolongkan menjadi :
1.    Masyarakat sederhana. Dalam lingkungan masyarakat sederhana (primitive) pola pembagian kerja cenderung dibedakan menurut jenis kelamin. Pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin, nampaknya berpangkal tolak dari latar belakang adanya kelemahan dan kemampuan fisik antara seorang wanita dan pria dalam menghadapi tantangan-tantangan alam yagn buas saat itu.

2.    Masyarakat Maju. Masyarakat maju memiliki aneka ragam kelomok sosial, atau lebih dikenal dengan sebuatan kelompok organisasi kemasyarakatan yang tumbuh dan berkembang berdasarkan kebutuhan serta tujuan tertentu yang akan dicapai.


HUBUNGAN ANTARA INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT
            Hubungan yang terjalin antara individu, keluarga dan masyarakat sangat dekat, karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri dan membutuhkan bantuan dari individu lain. Dalam keluarga terdapat beberapa individu sebagai anggota keluarga dan dalam masyarakat ada sekumpulan keluarga atau individu yang tinggal dalam suatu lingkungan.
           


PENDUDUK, MASYARAKAT DAN BUDAYA


PENDAHULUAN
      Penduduk adalah sekumpuln masyarakat atau manusia yang tinggal dalam suatu lingkungan hidup seperti Negara, atau kota. Dan sekumpulan penduduk akan membentuk suatu konsep lain yaitu masyarakat, jadi tanpa adanya penduduk tidak akan tercipta masyarakat. Dalam konteks ini penduduk yang di maksud sudah tentu manusia seperti kita.
             Dalam hidup bermasyarakat ada banyak yang dapat di persatukan karena tanpa adanya kesatuan akan terjadi banyak konflik yang akan terjadi dalam hidup bermasyarakat, banyak pula factor yang dapat mempererat hubungan antar penduduk dalam bermasyarakat dan tidak bisa di palingkan lagi yaitu faktor yang sangat berpengruh adalah kebudayaan.
               Kebudayaan sendiri tercipta tidak lain karena adanya suatu masyarakat yang tinggal dan hidup bersama dalam suatu daerah. Kita ketahui di Indonesia sangat banyak dan beragam kebudayaan yang ada karena Indonesia memiliki banyak sekali suku yang berbeda dan sudah pasti beda juga adat istiadat, norma dan kebudayaannya.
       Kebudayaan merupakan hasil budi daya manusia, ada yang mendefinisikan sebagai  semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat. Karya manusia menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan, sedangkan rasa mewujudkan segala norma dan nilai untuk mengatur kehidupan dan selanjutna cipta merupakan kemampuan berpikir kemampuan mental yang menghasilkan filsafat dan ilmu pengetahuan (selo sumarjan dan sulaiman..s).

PERMASALAHAN BERMASYARAKAT
       Banyak sekali permasalahan yang bisa timbul dalam hidup bermasyarakat, baik masalah dari dalam lingkungan keluarga ataupun masalah dengan penduduk lain. Masalah penduduk juga bisa timbul di karenakan faktor yang sangat penting nagi kehidupan manusia yaitu makanan dan keadaan sosial ekonomi penduduk tersebut.





      KOMPOSISI PENDUDUK
             Komposisi penduduk dalam suatu daerah dapat di hitung melalui program pemerintah yaitu sensus penduduk. Sensus penduduk bukan hanya menghitung jumalah pendudk dalam satu negara tetapi juga mendata semua penduduk berdasarkan alat kelamin, jenis pekerjaan, umur dan tingkat pendidikan semua penduduk yang ada.
             Dengan mengetahui komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin, dapta disusun/dibuat apa yang disebut piramida penduduk, yaitu grafik susunan penduduk menurut umur dan jenis kelamin pada saat tertentu dalam bentuk pyramid. Golongan laki-laki ada diseblah kiri dan perempuan disebelah kanan. Garis aksisnya (vertical) menunjukkan interval umur dan gari horisontalnya menunjukna jumlah atau prosentasi.

PERSEBARAN PENDUDUK
      Penduduk cenderung mencari tempat tinggal di daerah yang subur dan memiliki banyak lahan pekerjaan yang bisa di dapat, di indonesia penduduk sangat tertarik untuk tinggal di ibu kota karena banyak lahan pekerjaan yang bisa di dapat di ibu kota, hal inilah yang menjadikan ketidak seimbangan penduduk di setiap daerah di indonesia. Karena prinsip itulah  kemudian terjadi perpindahan penduduk dari satu daerah ke daerah lain.

PERKEMBANGAN KEBUDAYAAN DI INDONESIA
Banyak kebudayaan yang ada dan berkembang di Indonesia selain kebudayaan asli Indonesia ada juga budaya luar yang masuk ke Indonesia. Kebudayaan di Indonesia sangat beragam karena banyak pula suku bangsa yang ada di dalamnya. Sebagai contoh kebuayaan dan suku asli yang ada di Indonesia adalah jawa, sunda, batak, bali dan masih banyak yang lain.





       Selain kebuyaan asli di Indonesia juga banyak kebudayaan lain yang masuk keadalamnya dan sudah menjadi bagian dari Indonesia sendiri, beberapa contoh kebudayaan asing yang ada di Indonesia adalah tionghoa, budha, hindu, dan barat. Dan tidak dapat di sangkal kebudayaan asing tersebut sudah menjadi jadi bagian dari kebuayaan asli Indonesia. Banyak dari penduduk Indonesia yang lebih mengenal budaya asing di bandingkan budaya asli Indonesia, terutama pemuda yang lebih mengenal budaya barat.
       Masuknya kebudayaan barat ke Indonesia karena dampak globalisasi dan Awal kebudayaan barat masuk ke negara tercinta ini ketika kaum kolonialisme/penjajah manggedor masuk ke Indonesia, terutama bangsa Belanda. Mulai dari penguasaan dan kekuasaan perusahaan dagang Belanda (VOC) dan berlanjut dengan pemerintahhan kolonialisme Belanda, tanah air Indonesia telah dijajah selama 350 tahun. DI pusat kekuasaan pemerintah Belanda, di kota-kota propintsi, kabupaten muncul bangunan-bangunan dengan gaya arsitektur Barat.

KEBUDAYAAN DAN NORMA ADAT
       Kebudayaan suatu bangsa adalah cermin dari kepribadian bangsa yang bersangkutan. Dalam suatu kebudayaan juga ada norma-norma dan adat yang berlaku yang apabila di langgar ada suatu sangsi atau hukuman bagi si pelanggar tersebut. Adapun norma-norma yang berlaku adalah norma agama, norma kesopanan, norma asusila, norma sosial dan masih banyak lagi.
       Sifat-sifat kepribadian yang berakar dari adat istiadat dan ajaran agama pada suatu kelompok masyarakat dapat dikukuhkan sebagai hukum adat.. Di laur itu ciri-ciri kepribadian suatu kelompok masyarakat/bangsa, jgua teraacermin dalam penampilan sikap hidup sehari-hari.








PRANATA SOSIAL

       Dr. Koentjaraningrat  membagi lembaga sosial/pranata-pranata kemasyarakatan menjadi 8 macam  yaitu :
  1. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan kehidupan kekerabatan atau domestic institutions
  2. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan manusia untuk mata pencaharian hidup ( economic institutions)
  3. Pranata yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan ilmiah manusia (scientific institution)
  4. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan pendidikan (educational institutions)
  5. Pranata yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan ilmiah, menyatakan rasa keindahan dan rekreasi (aesthetic anda recreational institutions)
  6. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan manusia untuk berhubungan dengan Tuhan atau alam gaib (religius institutions)
  7. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan manusia untuk mengatur kehidupan berkelompok atau bernegara (political institutios)
  8. Pranata yang bertujuan mengurus kebutuhan jasmaniah manusia (cosmetic institutions)